Bazar BBW di Palembang Diserbu Pengunjung

  • Sep 19, 2025
  • Atunnisi, S.Sos

PALEMBANG - Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf (BBW) Books 2025 resmi dibuka di Palembang pada Kamis (18/9/2025). Main Dining Hall Jakabaring Sport City (JSC) langsung dipenuhi ratusan pengunjung yang antusias. Mereka bahkan sudah mengantre sejak pagi, padahal pintu baru dibuka pada pukul 09.30 WIB.

"Ini pertama kalinya kami mengunjungi kota Palembang. Justru hari ini sangat berbahagia sekali melihat antusiasme masyarakat di kota Palembang," ujar Direktur BBW Indonesia, Marthius Wandi Budianto. Ia menambahkan, antusiasme warga Palembang terasa istimewa karena ini adalah kali pertama Big Bad Wolf menyapa Kota Pempek.

Sebagai salah satu bazar buku terbesar di dunia, BBW Books Palembang 2025 menawarkan lebih dari satu juta buku baru dari berbagai genre. Diskon yang diberikan pun tak main-main, mencapai hingga 90 persen, dengan harga buku mulai dari Rp20 ribu.

Marthius menjelaskan, tujuan utama diskon besar ini adalah untuk membuat buku lebih mudah dijangkau semua kalangan masyarakat. "Kami punya misi untuk menjadikan buku itu sesuatu yang mudah diakses oleh semua kalangan masyarakat," katanya.

Bahkan, BBW memberikan jaminan harga. "Kami memberi garansi jaminan harga kalau ada yang menemukan toko lain jual buku yang sama, tetapi harganya di bawah kita," lanjut Wandi.

Menariknya, BBW tak hanya fokus pada buku internasional. Dalam acara ini, BBW juga berkolaborasi dengan penerbit lokal untuk mendukung literasi nasional.

"Kami dibantu oleh partner kita, Pak Mizan. Dia yang membantu kami untuk mengkurasi semua buku-buku lokal," ungkap Wandi.

Ia berharap, bazar ini dapat membantu mengubah persepsi masyarakat Palembang terhadap buku, terutama mengingat Palembang adalah salah satu kota dengan tingkat literasi terendah di Indonesia. "Saya berharap at least bisa hampir 100% populasi di masyarakat Palembang mampir ke event kami, karena kami tidak memungut biaya tiket masuk," ujar Wandi.

"Kami percaya buku itu adalah sebuah alat yang bisa dipakai untuk mengubah dunia dan menginspirasi supaya bisa menjadi manusia yang lebih positif dan berdampak untuk sesama," imbuhnya.

Wandi juga menjelaskan mengapa sebagian besar buku yang dijual adalah buku anak-anak. Menurutnya, anak-anak pada usia keemasan (golden age) lebih mudah belajar bahasa Inggris. Ini juga menjadi investasi untuk generasi masa depan Indonesia.

Ia percaya, buku anak-anak di luar negeri memiliki inovasi yang sangat maju, seperti pop-up book, sound book, dan touch and feel book. Hal ini bisa menstimulus minat baca pada generasi muda.

"Justru kalau dilihat di bazar buku kami banyak buku anak-anak yang tidak ditemukan di retail offline lainnya," kata Wandi mengakhiri.