Budaya Fondasi Ketahanan Psikologis

  • Jul 09, 2026
  • Atunnisi, S.Sos

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di era digital, Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Psychology Festival Budaya di Gedung Academic Center Kampus UIN Raden Fatah, Kamis (9/7/2026).

 

Mengangkat tema "Merawat Jiwa, Menjaga Budaya: Harmoni Psikologi dan Nilai Budaya dalam Membangun Generasi yang Sehat", festival ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, tenaga profesional, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat kesadaran akan pentingnya kesehatan mental yang berpijak pada nilai-nilai budaya.

 

Mewakili Wali Kota Palembang, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Investasi, Dr. H. Riza Fahlevi, M.A., menghadiri sekaligus membuka kegiatan tersebut. 

 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah yang dinilai mampu menghadirkan forum ilmiah sekaligus edukatif untuk menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.

 

"Festival ini merupakan wujud kepedulian dunia akademik terhadap isu kesehatan mental yang kini menjadi perhatian bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini mengingatkan kita bahwa budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga fondasi penting yang mampu memperkuat ketahanan psikologis masyarakat," ujar Riza.

 

Menurutnya, masyarakat saat ini hidup di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat. Kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, serta perkembangan media sosial menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru yang memengaruhi kondisi psikologis masyarakat, terutama generasi muda.

 

Ia menilai tekanan akademik, tuntutan kehidupan, kompetisi yang semakin tinggi, hingga berkurangnya interaksi sosial yang berkualitas menjadi faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental seseorang apabila tidak diantisipasi dengan baik.

 

"Tekanan akademik, tuntutan kehidupan, pengaruh media sosial, hingga berkurangnya interaksi sosial yang berkualitas dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Karena itu, upaya membangun kesehatan mental harus menjadi perhatian bersama," katanya.

 

Riza menegaskan, ilmu psikologi memiliki posisi yang sangat strategis dalam membantu individu mengenali, memahami, dan mengelola diri secara sehat. 

 

Namun, pendekatan tersebut akan semakin efektif apabila dipadukan dengan nilai-nilai budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat, seperti gotong royong, empati, toleransi, rasa hormat, serta kepedulian terhadap sesama.

 

Riza menilai nilai-nilai tersebut tidak hanya memperkuat karakter individu, tetapi juga membangun lingkungan sosial yang lebih suportif sehingga mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan modern.

 

"Oleh karena itu, tema yang diangkat pada festival ini sangat relevan. Merawat jiwa dan menjaga budaya bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan saling menguatkan. Generasi yang sehat bukan hanya generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara mental, matang secara emosional, berakhlak mulia, serta tetap bangga terhadap budaya dan jati dirinya," tegasnya.

 

Pemerintah Kota Palembang, lanjut Riza, mendukung setiap upaya yang mendorong peningkatan literasi kesehatan mental sekaligus pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

 

Ia berharap Psychology Festival Budaya dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, pemerintah, mahasiswa, praktisi, serta masyarakat dalam membangun ekosistem yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.

 

Selain itu, festival ini diharapkan mampu mengikis stigma negatif terhadap persoalan kesehatan mental sehingga masyarakat tidak lagi ragu untuk mencari bantuan profesional ketika menghadapi permasalahan psikologis.

 

"Festival ini diharapkan menjadi media edukasi yang mampu mengurangi stigma terhadap persoalan kesehatan mental, sehingga masyarakat semakin terbuka untuk saling mendukung dan mencari pertolongan ketika diperlukan," tambahnya.

 

Menutup sambutannya, Riza berpesan kepada mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah agar terus mengembangkan kompetensi akademik yang dibarengi dengan kepekaan sosial, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

 

"Jadilah calon psikolog dan ilmuwan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berakar pada nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan ajaran moral yang hidup di tengah masyarakat. Dengan demikian, kehadiran saudara-saudara akan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan manusia yang sehat, tangguh, dan berkarakter," pungkas Riza. (*)