Cerita remaja Inggris yang hilang enam tahun dan ditemukan di pegunungan terpencil Prancis
- Dec 21, 2023
- SDKP
Alex Batty, 17 tahun, dinyatakan hilang pada 2017 setelah liburan dengan ibu dan kakeknya di Spanyol.
Fabien Accadini, mahasiswa yang bekerja sampingan sebagai pengantar paket menemukan Batty saat melewati kaki pegunungan Pyrenees di barat daya Prancis.
Fabien Accadini mengendarai motornya menembus gelapnya tengah malam Rabu silam, dia sedang mengantarkan obat-obatan ke sebuah farmasi dekat Desa Chalabre.
Hujan turun sekitar pukul 03:00 waktu setempat dan Fabien Accadini melewati seorang pejalan kaki.Mahasiswa Toulouse itu belum menyadari si pejalan kaki adalah remaja berusia 17 tahun yang meninggalkan kehidupan ibunya di komune spiritual nomaden demi mencari neneknya di Inggris.
Begitu Melanie Batty, ibu Alex Batty, memutuskan untuk pindah ke Finlandia, Alex tahu sudah saatnya dia berpisah dengan ibunya dan juga kakeknya, David Batty.
Kaki lembah Pyrenees dikenal menarik bagi orang-orang yang tengah mencari gaya hidup alternatif.
Alex Batty rupanya sudah berjalan kaki selama empat hari dan empat malam, tidur pada siang hari dan melanjutkan perjalanan malam hari supaya tidak ada yang melihatnya.
Dia cuma punya €100 (Rp1,69 juta) di kantongnya, tanpa telepon genggam dan berusaha mencapai Toulouse.
Apa pun yang bisa dia temukan di berbagai ladang dan kebun akan dimakannya.
Fabien Accadini melihat remaja pria berambut pirang, lumayan tinggi, mengenakan sweter putih dan jins hitam dan menggunakan senter di kegelapan malam.
Tangan satunya memegang papan luncur dengan ransel di punggung.
Fabien Accadini, yang sedang studi kiropraktik, menjadi penasaran dan memutar kendaraannya.
Dia menawarkan tumpangan kepada sang remaja pria, yang mengaku bernama Zach dan, menurut Fabien Accadini, agak pemalu.
Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cz9e44d4zm4o