Fadli Zon Hidupkan Kembali Semangat Filateli Nasional
- Oct 21, 2025
- Nova Anggraini, S.Kom
PALEMBANG - Derasnya arus digitalisasi, Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PPFI) sekaligus Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, berupaya menghidupkan kembali semangat filateli di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam sambutannya saat mengukuhkan Pengurus Daerah PPFI Sumatera Selatan Masa Bakti 2024-2029, di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (20/10/2025). Fadli Zon menegaskan bahwa filateli bukan sekadar hobi mengoleksi perangko, tetapi sarana memperkaya wawasan sejarah dan kebudayaan bangsa.
“Filateli ini tidak hanya sekadar tentang perangko. Melalui perangko kita bisa belajar tentang sejarah, tokoh bangsa, dan perjalanan peradaban. Meskipun kita sudah berada di era digital, seluruh dunia masih memproduksi perangko. Bahkan perangko kini menjadi artefak sejarah yang bernilai tinggi,” ujar Fadli Zon.
Fadli Zon juga mengumumkan peluncuran 80 desain perangko khusus momentum 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang terdiri dari 79 bertema kemerdekaan dan satu perangko penghormatan bagi pendiri PPFI.
Ia menjelaskan, perangko pertama di Indonesia diterbitkan pada tahun 1864, menandai awal perjalanan panjang filateli di Tanah Air. Pameran filateli di Palembang ini merupakan bagian dari pameran keliling nasional yang telah dimulai sejak Agustus 2025.
“Pameran ini kami hadirkan agar dapat dinikmati masyarakat dan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat para pendiri bangsa melalui koleksi perangko,” tambahnya.
“Bisa jadi, Palembang ini lebih tua dari yang kita ketahui. Di mana ada sungai, di situ ada peradaban. Dan kebudayaan bukan hanya seni dan kesenian, tetapi juga bahasa, sastra, film, hingga budaya digital,” ungkapnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa melalui sinergi pemerintah, budayawan, dan komunitas.
“Mari kita jaga kebudayaan yang kita miliki. Museum harus kita rawat dan perindah. Ini kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta para budayawan dan komunitas kebudayaan,” tutupnya.
Sementara itu, dalam sambutanya Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyambut baik kehadiran Fadli Zon di Bumi Sriwijaya.
“Kehadiran Bapak Fadli Zon tentu menjadi spirit tersendiri bagi aktivitas kebudayaan di Sumsel. Kami berharap bimbingan dan perhatian dari pusat agar potensi budaya di Kota Palembang, yang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dapat terus dikembangkan,” ujar Herman Deru.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat filateli sebagai bagian dari pelestarian budaya dan edukasi sejarah bagi generasi muda," lanjut Deru.
Sementara itu Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menekankan pentingnya menjadikan museum sebagai ruang publik yang inklusif dan kolaboratif. Ia juga mengumumkan tiga Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Palembang yang baru saja ditetapkan sebagai WBTb Indonesia Tahun 2025, yakni Aesan Paksangko, Rumah Rakit Palembang, dan Bubur Suro Palembang. “Penetapan ini bukti nyata komitmen kita menjaga warisan leluhur,” kata Ratu Dewa.
Ratu Dewa menambahkan, Museum SMB II Palembang kini telah berstatus Museum Tipe A dengan Standar Nasional, menandai peran pentingnya sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya di Kota Palembang
Acara turut dirangkaikan dengan pameran perangko bertema “Para Pendiri Bangsa dan Jumpa Museum”, menampilkan koleksi perangko bersejarah dari berbagai daerah di Indonesia.