Komisi VIII DPRI Serap Aspirasi Pelaku Usaha Kerajianan Songket Palembang
- Dec 03, 2025
- Atunnisi S.Sos
PALEMBANG - Menyambangi kota Palembang, rombongan komisi VII DPR RI secara langsung menyerap aspirasi pelaku usaha kerajinan tenun songket di Griya Kain Tuan kentang, di jalan Aiptu A Wahab, Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang selasa (2/12/2026). Dalam kunjungan tersebut, rombongan komisi VII disambut Wali Kota Palembang Ratu Dewa, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya kekaguman akan karya kerajianan tangan songket di Palembang serta keingin tahuan asal muasal tuan kentang itu sendiri.
Dalam diskusi forum sederhana tersebut, Ratu Dewa sangat berterima kasih atas kunjungan kerja rombongan komisi VII DPR RI ke kota tertua di Indonesia kota Palembang. Berbicara kerajinan tenun songket dan kain jemputan, seperti kita ketahui sentra ini sudah sangat lama berada, kini usianya sudah 40 tahun dari tahun 1980 an.
"Kami sangat butuh bantuan dan dukungan dari komisi VII agar pelaku usaha songket ini bisa maju dan menjadikan hasil UMKM lebih baik lagi," katanya saat paparan dihadapan rombongan komisi.
Selain berperan dalam mempertahankanwarisanbudayaleluhur, Tuan Kentang terus berkembang sebagai ruang produksi, inovasi, dan pemasaran songket Palembang yang telah dikenal secara nasional.
Sentra ini juga baru saja mendapat kehormatan dengan kunjungan Ibu Ketua Umum Dekranasda pada bulan Agustus lalu dalam acara Swarna Songket Nusantara, sebuah agenda akbar yang bertujuan untuk mempromosikan kekayaan wastra Indonesia, khususnya songket Palembang, kepada masyarakat nasional maupun internasional.
"Kami meyakini bahwa peran Pemerintah pusat sangatlah strategis, khususnya melalui dukungan regulasi, fasilitasi teknologi, energi, dan program peningkatan kapasitas usaha yang menjadi mitra kerja Komisi VII," tambahnya.
Ditempat yang sama, ketua tim rombongan komisi VII Dr. Evita Nursanty sangat senang sekali melihat hasil kerajinan kain tenun songket yang sangat luar biasa. Pada kunjungan kerja kami ke Palembang secara langsung disambut oleh Wali kota Palembang beserta jajaran Pemkot.
"Gryia kain tuan kentang ini cukup unik sekali namanya, makanya kami penasaran apa arti tuan kentang itu sendiri," ungkapnya secara penasaran.
Dalam hal ini juga ia menjelaskan rasa keingin tahuan bahwa tuan kentang asal-usul nama Tuan Kentang, tetapi yang paling populer adalah bahwa nama ini berasal dari kata "Tuan Wangkang", yang merupakan gelar kehormatan bagi seorang saudagar pemilik kapal wangkang.
Selain itu juga, adanya sentra kerajinan tangan ini merupakan sebuah ide yang sangat baik sekali. Perlu diketahui bahwa pengerajin yang ada ini perlu wadah untuk hasil karya mereka dipamerkan. Kita ketahui di Griya Kain Tuan kentang banyak menghasilkan kain jumputan sedangkan kain songketnya kebanyakan di kawasan Ilir Barat.
"Ini adalah waris kebudayaan yang sudah lama dari tahun ke tahun, makanya generasi saat ini harus mempertahankan apa yang sudah diukir dari nilai sejarah terdahulu," harapnya.
Kedepan tantangan yang harus dihadapi adalah penerus dan minat generasi selanjutnya yang semakin sedikit. Maka dari itu kami barsama Pemerintah daerah terus berusaha untuk menumbuhkan rasa kepedulian belajar tenun kain agar tidak habis dimakan zaman.
"Sekali lagi ini adalah tantangan komisi VII dan kementerian UMKM agar warisan budaya ini tidak punah. Tidak hanya itu fokus utama kami untuk menumbuhkan minat anak-anak muda mencintai kerajinan tangan ini," tutupnya.