Lahan Pertanian Tergenang Banjir di Sumsel Capai 8.000 Hektare
- Jan 15, 2026
- Arif, S.Kom
PALEMBANG — Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumatra Selatan melaporkan lahan pertanian tergenang banjir di wilayah tersebut mencapai 8.000 hektare (ha).
Kepala DPTPH Sumatra Selatan (Sumsel) Bambang Pramono mengatakan luasan tersebut berada di dua kabupaten, antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Ogan Komering Ilir.
“Per hari ini laporan yang kami terima luasan ada 8.000-an hektare lebih [lahan pertanian] yang tergenang,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/1/2026).
Dia menjelaskan, dari total luasan lahan yang terdampak banjir, tidak ditemukan kondisi pertanaman padi yang mengalami gagal panen (puso).
Namun demikian, sekitar 3.995 ha tanaman dilaporkan mengalami kerusakan karena masih dalam fase awal tanam sehingga tidak mampu bertahan terhadap genangan air.
“Sehingga kita akan melakukan percepatan untuk segera memberikan bantuan yang bisa dioptimalkan, yang rencananya itu bantuan benih,” kata dia.
Sementara itu, Bambang menyebutkan sekitar 4.000 ha lahan lainnya masih berpotensi diselamatkan.
Hal ini karena tanaman pada lahan tersebut telah mendekati masa panen sehingga peluang untuk terselamatkan dinilai lebih besar.
“Dan mudah-mudahan tidak merusak hasil pertanaman tersebut,” jelas dia. Bambang menambahkan, pada 2026 ini pihaknya menargetkan terdapat kenaikan produksi sebesar 5% dari realisasi tahun sebelumnya.
Adapun upaya yang akan dilakukan yakni dengan menjaga luas panen di tahun ini tetap sama dengan 2026. Selain itu juga melakukan intensifikasi, salah satunya melalui bantuan benih.
“Sehingga diharapkan di 2026 tidak hanya mengamankan luas panen 2025, tetapi bisa menambah produksi di 2026,” pungkasnya.