Legenda Kisah Cinta di Pulau Kemaro
- Dec 27, 2023
- SDKP
Pulau Kemaro merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi jika kalian berada di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pulau kemaro bisa dikatakan sebagai salah satu wisata Bahari di Kota Palembang, karena jarak tempuh ke pulau ini bisa dilalui melalui jalur darat maupun jalur Sungai. Menggunakan Perahu atau speed boat dari Jembatan Ampera yang berjarak 6 Kilometer kita sudah bisa sampai ke Pulau Kemaro.
Pulau Kemaro sendiri merupakan delta kecil di Sungai Musi dan menjadi tempat rekreasi religi karena di pulau ini terdapat Klenteng Hok Tjing Rio.
Pulau kemaro ternyata memiliki cerita tersendiri tentang legenda percintaan antara Siti Fatimah dan Tan Bun An hal ini dikutip dari situs ibs.sumselprov.go.id.
Pada jaman dahulu dikisahkan bahwa Siti Fatimah merupakan keturunan Raja Sriwijaya yang menganut agama islam, sedangkan Tan Bun An merupakan putra Raja Tionghoa adalah penganut agama Buddha. Perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk mereka berdua menjalin hubungan cinta. Meski awalnya hubungan ini ditentang oleh kedua orang tua Siti Fatimah dan Tan Bun An, namun berkat kegigihan Tun Bun An, akhirnya pernikahan mereka pun berlangsung dengan restu dari orang tua Siti Fatimah dan Tan Bun An. Sebagai bentuk restu orang tua Tan Bun An memberikan hadiah berupa tujuh guci besar yang berisi emas kepada sang anak dan menantu. Selang beberapa waktu, Tan Bun An ingin melihat hadiah emas yang ada didalam guci pemberian dari orang tuanya. Namun Tun Bun An hanya menemukan sayuran busuk dalam guci tersebut. Tanpa berpikir Panjang, Tan Bun An membuang guci-guci tersebut ke Sungai Musi. Saat akan membuang guci terakhir ke Sungai Musi, guci itu terkatuh diatas dek dan pecah, ternyata terdapat emas dalam guci tersebut. Diselimuti rasa bersalah karena telah membuang hadiah pemberian orang tuanya, Tan Bun An lalu terjun ke dalam Sungai Musi untuk mengambil emas tersebut. Melihat Tan Bun An yerjun ke Sungai Musi, seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantunya, tetapi kedua oran itu tidak kunjung muncul. Dirundung rasa resah, Siti Fatimah akhirnya memutuskan untuk ikut terjun menyusul Tan Bun An. Namun ia juga tidak terlihat.
Beberapa waktu kemudian. Dari tempat sejoli itu terjun muncul pulau kecil yang tak tenggelam saat Sungai Musi pasang sekali pun. Masyarakat mempercayai bahwa gundukan tanah yang tiba-tiba muncul di Pulau Kemaro adalah makam Siti Fatimah dan Tan Bun An.
Inilah legenda asal usul Pulau Kemaro yang memiliki luas sekitar 180 hektar.
Sumber : https://regional.kompas.com/read/2021/03/07/170004878/asal-usul-pulau-kemaro-kisah-legenda-cinta-siti-fatimah-dengan-putra-raja?page=all