Lintas Politika Usulkan Ubah Nama Jalan di Palembang
- Aug 29, 2025
- Arif, S.Sos
PALEMBANG - Lintas Politika Indonesia mengusulkan kepada Pemerintah Kota Palembang untuk mengubah sejumlah nama jalan yang dinilai belum merepresentasikan semangat perjuangan lokal. Usulan ini disampaikan dalam acara bedah buku Bumi Sriwijaya Bersimbah Darah, karya tokoh pejuang asal Sumatera Selatan, Abi Hasan Said, yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (26/8/2025).
Menurut Direktur Lintas Politika Indonesia, Kemas Khairul Muklis, penggantian nama jalan bukan hanya soal simbol, tetapi merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa para pejuang yang selama ini kurang diangkat dalam narasi sejarah perkotaan.
“Masih banyak nama jalan di Palembang yang terlalu umum dan tidak merepresentasikan perjuangan lokal. Ini saatnya kita mengabadikan nama-nama besar yang telah berjasa mempertahankan kota ini dari penjajahan,” ujarnya.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain: Jalan Merdeka diusulkan menjadi Jalan AK Gani dan Jalan Veteran diusulkan menjadi Jalan Abi Hasan Said.
Lintas Politika berencana mengirim surat resmi kepada Wali Kota Palembang sebagai bentuk dukungan konkret agar nama-nama pejuang lokal seperti Abi Hasan Said, Dr AK Gani, dan tokoh lainnya diabadikan dalam ruang publik kota.
Acara bedah buku Bumi Sriwijaya Bersimbah Darah dijadikan momen penting untuk memperkuat usulan tersebut. Buku ini mengangkat kisah nyata perjuangan rakyat Palembang dalam mempertahankan wilayahnya dari agresi Belanda, dengan fokus pada tokoh Abi Hasan Said.
“Buku ini menjadi saksi sejarah yang tidak boleh dilupakan. Palembang punya banyak cerita heroik, dan Abi Hasan Said adalah salah satu tokoh sentralnya,” kata Khairul.
Ia menambahkan bahwa perjuangan rakyat Palembang bukan hanya soal angkat senjata, tapi juga soal harga diri dan keberanian yang patut diwariskan ke generasi muda.
Selain usulan penggantian nama jalan, Lintas Politika juga mendorong agar buku tersebut diadaptasi menjadi film layar lebar, agar kisah perjuangan rakyat Palembang bisa menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda yang akrab dengan media visual.
“Kami ingin semangat dalam buku ini tidak berhenti di halaman kertas. Harus divisualisasikan agar bisa menginspirasi banyak orang,” tegas Khairul.
Perwakilan keluarga besar Abi Hasan Said, Firman Purna Karya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia berharap pemerintah daerah turut mendorong pengusulan nama-nama pejuang menjadi bagian dari identitas kota.
“Buku ini adalah warisan berharga. Jika nama beliau bisa diabadikan jadi nama jalan, itu akan jadi kebanggaan dan bentuk penghargaan yang layak,” ujarnya.
Sementara itu, Syafruddin Yusuf, dosen FKIP Sejarah Universitas Sriwijaya, juga mendukung upaya ini. Menurutnya, buku tersebut telah memuat sekitar 80 persen data sejarah akurat dan sangat layak dikembangkan menjadi film, tentu dengan tambahan riset lanjutan.
“Kalau mau jadi film, harus diperkuat dengan data baru. Tapi dari sisi peran, Abi Hasan Said sangat layak diangkat sebagai pahlawan nasional,” katanya.
GI Priyanti Gani, putri dari pahlawan nasional Dr. AK Gani, juga turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Ia menilai, usulan mengganti nama jalan serta mengangkat tokoh pejuang menjadi pahlawan nasional adalah langkah penting untuk memperkuat identitas daerah.
“Pak Abi Hasan Said juga layak jadi pahlawan nasional. Saya siap bantu ke Kemensos, asalkan ada dorongan serius dari Pemprov Sumsel,” ungkapnya.
Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum dan HAM, Edison, yang membuka acara tersebut, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Palembang selalu mendukung upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pemkot Palembang terbuka terhadap semua aspirasi masyarakat, termasuk soal perubahan nama jalan,” ujarnya.