Menko AHY Kunjungi Rusun Unsri

  • Feb 11, 2026
  • HF

PALEMBANG  – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor serta meninjau pelaksanaan program strategis pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Kunjungan diawali dengan rapat koordinasi yang digelar di Griya Agung, Palembang. Usai rapat, Menko AHY melanjutkan agenda dengan meninjau Rumah Susun (Rusun) Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai bagian dari evaluasi pemanfaatan dan kesiapan infrastruktur hunian pendukung mahasiswa.

Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Wakil Walikota Palembang Prima Salam, Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim, Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Taufik Marwah, SE., M.Si, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

AHY menyampaikan bahwa pembangunan rumah susun ini ditujukan untuk mahasiswa Unsri, khususnya yang berasal dari luar Palembang maupun luar negeri, termasuk mahasiswa dari wilayah Papua dan daerah lainnya.

“Rumah susun ini dibangun agar mahasiswa memiliki hunian yang layak, nyaman, dan terjangkau. Mulai dari tempat tidur, sanitasi yang baik, hingga sirkulasi udara yang memadai,” ujar AHY.

Ia berharap fasilitas serupa dapat dikembangkan di kampus-kampus lain sebagai bagian dari upaya mendukung proses pendidikan dan pengajaran yang lebih optimal.“Saya mengoordinasikan pembangunan perumahan, rumah susun, dan infrastruktur pendukung lainnya agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Prima salam mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh universitas sriwijaya palembang. "Alhamdulilah semoga dengan adanya fasilitas ini mahasiswa unsri palembang bisa lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu," jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unsri Prof. Dr. Taufik Marwah menjelaskan bahwa Rumah Susun Universitas Sriwijaya terdiri dari 43 kamar, dengan kapasitas empat tempat tidur di setiap kamar. 

Khusus untuk mahasiswa penyandang disabilitas, disediakan dua kamar dengan masing-masing dua tempat tidur serta fasilitas kamar mandi yang lebih luas dan ramah difabel.“Rusun ini sudah selesai dibangun dan telah diserahterimakan kepada Unsri untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa dari luar Palembang dengan harga yang relatif terjangkau,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, hunian tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang tidak menetap dalam jangka waktu lama, seperti peserta program khusus, mahasiswa internasional, hingga peserta kegiatan akademik dan lomba yang membutuhkan fasilitas hunian sementara.

“Fasilitas ini kami harapkan dapat menunjang kegiatan akademik dan nonakademik mahasiswa Unsri secara maksimal,” pungkasnya.