Meriah Pemilihan Cek Ayu dan Cek bagus 2025
- May 23, 2025
- Febri,ST.MM
PALEMBANG - Sembilan tahun eksis dalam pembangunan kota Palembang, Finalis Cek Ayu dan Cek bagus 2025 siap menyukseskan visi-misi Wali kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali kota Palembang Prima Salam salah satunya pada sekmen Palembang belagak.
Dalam hal ini, keseriusan para finalis untuk menjadi yang terbaik bagi masyarakat tercurahkan dengan berbekalkan pengetahuan dan kecerdasan guna membangun kota Palembang lebih baik bersama Ratu Dewa Prima Salam (RDPS).
Menurut Wakil Walikota Palembang Prima Salam mereka bertugas membawa dan mempertahankan kebudayaan yang ada dikota Palembang, inilah tugas yang akan mereka lakukan dalam mewujudkan Palembang Belagak.
Para Grand Finalis Cek Bagus dan Cek Ayu Duta Budaya Kota Palembang, dalam menghadapi arus globalisasi yang begitu deras, peran generasi muda sangat penting untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya kita agar tidak luntur atau bahkan hilang.
"Tentunya peran serta mereka bisa membawa warisan budaya yang ada baik itu peninggalan sejarahnya bisa diketahui secara nasional maupun luar negeri," tegasnya saat menghadiri malam final cek ayu dan cek bagus kamis malam (22/5).
Selain itu juga RDPS merencanakan pada tahun 2027 Palembang harus menjadi pusat kegiatan pada pemilihan Putri Indonesia, maka dari itu peserta yang terpilih nanti diharapkan dapat berperan serta dalam menunjang program kerja Pemerintah Kota Palembang.
"Saya ucapkan selamat kepada mereka yang telah juara maupun belum, karena kedepan tugas mereka akan mengenalkan dan menggelorakan kebudayaan yang ada di Palembang,"katanya kamis malam saat menghadiri grand finalis cek Ayu dan cek Bagus.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Affan menambahkan jika proses Cek Ayu dan Cek bagus ini sudah berjalan selama 2 bulan. Dua bulan itu mulai dari tahap penerimanaan sampai penyisihan dan sampai malam finalis. Dari jumlah 140 pasang laki-laki dan perempuan, kemudian tersisih 30 pasangan dari laki-laki dan wanita dan masuk semi finas 15 pasang laki-laki dan Wanita.
"Saya juga mengharapkan para Duta Budaya dapat memanfaatkan sosial media dengan bijak. Media sosial saat ini bukan sekadar alat komunikasi atau hiburan; ia telah menjelma menjadi panggung global tempat identitas dibentuk, citra dibangun, dan pengaruh disebarluaskan,"tutupnya.