Ribuan Jamaah Hadiri 40 Hari Wafatnya KMS H Halim Ali, UAS dan Habib Rizieq Kenang Kebaikan Almarhum

  • Mar 16, 2026
  • Nova Anggraini, S.Kom

PALEMBANG - Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti peringatan 40 hari wafatnya KMS H. Halim Ali yang dirangkaikan dengan haul Ibunda Nyimas Hj. Aminah di Palembang.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi acara, di Jalan M Isa Palembang, untuk mendoakan sekaligus mengenang jasa dan kebaikan almarhum.

Rangkaian kegiatan malam tadi diawali dengan salat Magrib berjamaah yang diimami Prof. Dr. Said Aqil Husein Al-Munawar, dilanjutkan salat Isya berjamaah yang diimami Ustaz Abdul Somad (UAS).

Setelah itu, jamaah melaksanakan salat tarawih 11 rakaat dengan witir dan qunut secara khusyuk.

Usai ibadah, suasana semakin syahdu ketika lantunan hadrah dan sholawat Nabi menggema di lokasi acara.

Suara emas dan merdu Prof. Said Aqil Husein Al-Munawar yang turut melantunkan sholawat, membuat jamaah yang hadir larut dalam suasana religius, bahkan tak sedikit yang merasakan haru saat bersama-sama bersholawat.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan ulama nasional.

Di antaranya Habib Rizieq Shihab, Ustaz Abdul Somad (UAS), Habib Umar bin Abdul Aziz, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wagub Sumsel, Gubernur Jambi, Kasdam, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya H. Halim Ali,maaih terasa betul.

Namun, menurutnya, kesedihan tersebut sedikit terobati dengan kehadiran ribuan jamaah yang datang untuk mendoakan dan mengenang almarhum.

“Kita semua merasa kehilangan sosok H. Halim Ali. Namun malam ini kita berkumpul untuk mengenang budi baik beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan perjuangan dan kebaikan yang telah dirintis almarhum,” ujar Herman Deru.

Ia juga mengungkapkan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang banyak berkontribusi bagi masyarakat dan kegiatan keagamaan.

Salah satu bukti nyata adalah dukungannya terhadap pembangunan rumah ibadah dan kegiatan dakwah.

“Masjid yang beliau bantu pembangunannya sudah puluhan. Kita saja mungkin satu belum tentu selesai. Banyak sekali sahabat dan masyarakat yang merasakan kebaikan beliau,” katanya.

Mewakili keluarga, Herman Deru juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir, sekaligus memohon maaf apabila selama hidup almarhum maupun keluarga terdapat kekhilafan.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan lantunan sholawat oleh grup hadrah, di antaranya sholawat Thibbil Qulub, yang semakin menambah kekhidmatan suasana malam itu.

Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq Shihab menuturkan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok dermawan yang mencintai dakwah dan memiliki kepedulian besar terhadap anak yatim serta para dai.

“Almarhum bukan nabi dan bukan manusia yang maksum, tentu ada kekurangan. Namun kebaikan beliau jauh lebih banyak dan luar biasa. Beliau sangat cinta dakwah, suka bersedekah, membantu para dai dan kegiatan keagamaan,” ujar Habib Rizieq.

Senada dengan itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan bahwa salah satu tanda seseorang yang baik adalah ketika wafatnya masih dikenang dan didoakan oleh banyak orang.

“Kalau seseorang meninggal lalu orang masih berkumpul mengenangnya, itu tanda kebaikannya masih hidup,” kata UAS.

UAS juga menceritakan bahwa almarhum H. Halim Ali berasal dari keluarga sederhana dan meraih kesuksesan melalui kerja kerasnya.

Meski menghadapi berbagai ujian hidup, almarhum dikenal sebagai sosok yang sabar, dermawan, serta sangat menghormati ibunya.

“H. Halim adalah orang yang sangat menghormati ibunya dan gemar bersedekah. Demi Allah saya bersaksi, almarhum adalah orang baik,” ujar UAS di hadapan ribuan jamaah.

Peringatan 40 hari wafatnya H. Halim Ali ini tidak hanya menjadi momentum doa bersama.

Tetapi, juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya amal kebaikan, sedekah, serta kecintaan terhadap dakwah yang telah diteladankan almarhum selama hidupnya.

 

 

PALEMBANG- Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti peringatan 40 hari wafatnya KMS H. Halim Ali yang dirangkaikan dengan haul Ibunda Nyimas Hj. Aminah di Palembang.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi acara, di Jalan M Isa Palembang, untuk mendoakan sekaligus mengenang jasa dan kebaikan almarhum.

Rangkaian kegiatan malam tadi diawali dengan salat Magrib berjamaah yang diimami Prof. Dr. Said Aqil Husein Al-Munawar, dilanjutkan salat Isya berjamaah yang diimami Ustaz Abdul Somad (UAS).

Setelah itu, jamaah melaksanakan salat tarawih 11 rakaat dengan witir dan qunut secara khusyuk.

Usai ibadah, suasana semakin syahdu ketika lantunan hadrah dan sholawat Nabi menggema di lokasi acara.

Suara emas dan merdu Prof. Said Aqil Husein Al-Munawar yang turut melantunkan sholawat, membuat jamaah yang hadir larut dalam suasana religius, bahkan tak sedikit yang merasakan haru saat bersama-sama bersholawat.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan ulama nasional.

Di antaranya Habib Rizieq Shihab, Ustaz Abdul Somad (UAS), Habib Umar bin Abdul Aziz, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wagub Sumsel, Gubernur Jambi, Kasdam, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya H. Halim Ali,maaih terasa betul.

Namun, menurutnya, kesedihan tersebut sedikit terobati dengan kehadiran ribuan jamaah yang datang untuk mendoakan dan mengenang almarhum.

“Kita semua merasa kehilangan sosok H. Halim Ali. Namun malam ini kita berkumpul untuk mengenang budi baik beliau. Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan perjuangan dan kebaikan yang telah dirintis almarhum,” ujar Herman Deru.

Ia juga mengungkapkan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang banyak berkontribusi bagi masyarakat dan kegiatan keagamaan.

Salah satu bukti nyata adalah dukungannya terhadap pembangunan rumah ibadah dan kegiatan dakwah.

“Masjid yang beliau bantu pembangunannya sudah puluhan. Kita saja mungkin satu belum tentu selesai. Banyak sekali sahabat dan masyarakat yang merasakan kebaikan beliau,” katanya.

Mewakili keluarga, Herman Deru juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir, sekaligus memohon maaf apabila selama hidup almarhum maupun keluarga terdapat kekhilafan.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan lantunan sholawat oleh grup hadrah, di antaranya sholawat Thibbil Qulub, yang semakin menambah kekhidmatan suasana malam itu.

Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq Shihab menuturkan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok dermawan yang mencintai dakwah dan memiliki kepedulian besar terhadap anak yatim serta para dai.

“Almarhum bukan nabi dan bukan manusia yang maksum, tentu ada kekurangan. Namun kebaikan beliau jauh lebih banyak dan luar biasa. Beliau sangat cinta dakwah, suka bersedekah, membantu para dai dan kegiatan keagamaan,” ujar Habib Rizieq.

Senada dengan itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan bahwa salah satu tanda seseorang yang baik adalah ketika wafatnya masih dikenang dan didoakan oleh banyak orang.

“Kalau seseorang meninggal lalu orang masih berkumpul mengenangnya, itu tanda kebaikannya masih hidup,” kata UAS.

UAS juga menceritakan bahwa almarhum H. Halim Ali berasal dari keluarga sederhana dan meraih kesuksesan melalui kerja kerasnya.

Meski menghadapi berbagai ujian hidup, almarhum dikenal sebagai sosok yang sabar, dermawan, serta sangat menghormati ibunya.

“H. Halim adalah orang yang sangat menghormati ibunya dan gemar bersedekah. Demi Allah saya bersaksi, almarhum adalah orang baik,” ujar UAS di hadapan ribuan jamaah.

Peringatan 40 hari wafatnya H. Halim Ali ini tidak hanya menjadi momentum doa bersama.

Tetapi, juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya amal kebaikan, sedekah, serta kecintaan terhadap dakwah yang telah diteladankan almarhum selama hidupnya.