Selamatkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, TP PKK Palembang Distribusikan PMT untuk Ibu Hamil

  • Jun 09, 2026
  • Arif, S.Sos

PALEMBANG – TP PKK Kota Palembang bergerak cepat untuk mencegah stunting di Palembang. 

Melalui aksi nyata, Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, memimpin langsung pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil risiko stunting di Balai Kecamatan Gandus, Selasa (9/6/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons taktis terhadap data Aplikasi SIGIZI Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Palembang. 

Meski angka stunting secara keseluruhan di Kota Palembang trennya menurun dari 157 balita pada tahun 2025 menjadi 139 balita pada April 2026.

Dewi mengatakan, TP PKK Palembang memotong rantai stunting sejak dini, bahkan sebelum bayi dilahirkan. Fokus intervensi diarahkan kepada ibu hamil yang masuk dalam kategori risiko tinggi.

"Distribusi PMT ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan biasa. Ini adalah strategi terpadu untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, memperkuat edukasi kesehatan, serta memastikan tumbuh kembang janin yang optimal," tegas Dewi.

Dewi menambahkan, sebanyak 179 ibu hamil risiko stunting yang tersebar di 18 kecamatan se-Kota Palembang menjadi target sasaran program ini, di mana 11 orang di antaranya berada di Kecamatan Gandus.

Bantuan pangan bergizi tinggi berupa susu dan telur ini akan digelontorkan secara berkala selama tiga bulan, terhitung sejak Mei, Juni, hingga Juli 2026.

Aksi ini juga menjadi bentuk dukungan nyata daerah terhadap program Prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan penurunan stunting nasional.

"Kita juga berupaya untuk penyiapan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Susu dan telur dipilih karena kaya akan protein, vitamin, dan mineral makro yang krusial untuk mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil, yang dapat memicu bayi lahir dengan berat badan rendah," paparnya

Dewi Sastrani menekankan, kesuksesan program ini berada pada konsistensi di lapangan, bukan pada kemeriahan acara seremonial semata. 

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara kader PKK, tenaga kesehatan, dan para pemangku kepentingan.

"Sinergi dan kolaborasi inilah kunci keberhasilan kita. Saya berharap kepada ibu hamil penerima agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi menjaga kesehatan diri dan bayi yang dikandung," pungkasnya.