Wali Kota Palembang Lantik P3K Paruh Waktu Kota Palembang

  • Dec 22, 2025
  • Nova Anggraini, S.Kom

PALEMBANG - Wali kota Palembang, Ratu Dewa secara langsung meresmikan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paru Waktu tahun angkatan 2025 di halaman rumah dinas Wali kota Palembang jalan tasik Kambang Iwak senin (22/12/2025).

Dalam pelantikan tersebut sebanyak 2.037 PPPK Paruh Waktu melepaskan senyum bahagia meraka serta rasa syukur kepada allah swt atas kepercayaan dan amanah yang diberikan.

Suasana peresmian tersebut, sempat menjadi perhatian Wali kota Palembang karena ada dua orang PPPK Paruh Waktu menjadi contoh kisah inspiratif yang ia diceritakan saat menjadi honorer puluhan tahun.

Kisah tersebut dijalani oleh Ibu Samsia Kurniati, yang lahir pada tahun 1973 dan saat ini berusia 52 tahun. Beliau telah mengabdikan diri sebagai penyapu jalan selama kurang lebih 18 tahun, sejak bekerja sebagai pegawai harian lepas pada tahun 2007.

Pada masa-masa awal pengabdiannya, beliau menerima penghasilan yang sangat terbatas, namun tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Setiap hari, sejak pukul lima subuh, Ibu Samsia telah berada di jalanan Kota Palembang, menyisir dan membersihkan jalan, menghadapi risiko lalu lintas yang padat, bekerja hingga sore hari.

Semua itu dijalani demi menghidupi keluarga dan mendukung pendidikan kedua anaknya yang hingga kini masih menjadi tanggungan.

Pada seleksi PPPK tahap sebelumnya, beliau belum berhasil karena keterbatasan formasi, namun hari ini, melalui skema PPPK Paruh Waktu, pengabdian panjang tersebut akhirnya mendapatkan pengakuan negara.

Demikian pula Bapak Parin, yang lahir pada tahun 1969 dan saat ini berusia 56 tahun. Selama 20 tahun, beliau mengabdi sebagai sopir mobil angkutan sampah, berkeliling Kota Palembang sejak dini hari hingga larut malam.

Sejak tahun 2005, beliau bekerja sebagai pegawai harian lepas dengan penghasilan yang sangat terbatas, menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi kendaraan hingga dinamika pelayanan kepada masyarakat.

Dengan tiga orang anak yang telah berkeluarga dan seorang istri yang sepenuhnya mengurus rumah tangga, Bapak Parin tetap setia menjalankan tugasnya, menjadikan pekerjaan yang berat dan penuh risiko sebagai bentuk pengabdian nyata bagi kebersihan dan kenyamanan kota yang kita cintai ini.

"Kisah tersebut adalah gambaran nyata dari ribuan PPPK Paruh Waktu yang hari ini diresmikan. Mereka adalah wajah-wajah pengabdian yang selama ini mungkin tidak selalu terlihat, namun memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik di Kota Palembang,"jelasnya.

Lanjutnya ia berpesan kepada PPPK Paruh Waktu agar tetap loyal dan terus bekerja melayani masyarakat serta berbakti kepada nusa dan bangsa.

"Tetaplah santu serta rendah hati, jangan setelah menyandang status ASN PPPK Paruh Waktu dengan tetangga sekitar rumah tidak lagi tegur sapa," pesanya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palembang (BKPSDM), M Yanuarpan Yany, mengatakan Menjadi PPPK paruh waktu bukanlah sekadar status administratif. Ini adalah panggilan pengabdian.

Masyarakat menaruh harapan besar di pundak Saudara. Setiap tugas yang dijalankan, sekecil apa pun, adalah bagian dari pelayanan publik dan wujud cinta kita kepada Kota Palembang.

"Bekerjalah dengan baik sebagai abdi negara, seperti pesan Pak Wali Kota Ratu Dewa tetap ssantn dan rendah hati," tutupnya.