Transaksi QRIS di Sumsel Tembus Rp2,97 Triliun pada Maret 2026
- Jun 19, 2026
- Atunnisi, S.Sos
PALEMBANG - Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran sekaligus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 25–28 Juni 2026 di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.
Agenda tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Bincang Bersama Media (BESAMO) – Bincang Ekonomi Santai Membangun Optimisme yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang di pandu oleh Febriansyah dari Diskominfo Kota Palembang, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Mardani, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman.
Bambang Pramono, mengungkapkan, penggunaan QRIS di Sumatera Selatan terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga Maret 2026, nilai transaksi QRIS tercatat mencapai Rp 2,97 triliun atau tumbuh 46,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, volume transaksi mencapai 29,53 juta transaksi atau meningkat 59,63 persen secara tahunan. Dari sisi pengguna, jumlah merchant QRIS di Sumsel telah mencapai 1,15 juta merchant dengan 1,54 juta pengguna aktif.
Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital. Namun demikian, masih terdapat ruang yang besar untuk memperluas penggunaan QRIS dan meningkatkan literasi pembayaran digital," ujar Bambang.
Menurutnya, Digital Kito Galo menjadi salah satu strategi Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan.
Tahun ini, penyelenggaraan Digital Kito Galo disinergikan dengan Gemilang Palembang Raya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1.343. Mengusung tema "Transaksi Digital Inklusif, Wujudkan Ekonomi Sumsel yang Produktif", kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Mardani, menyambut positif sinergi yang dibangun antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat implementasi digitalisasi pembayaran pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari UMKM, perdagangan, kuliner, pariwisata hingga layanan publik.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, menilai penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya yang dipadukan dengan Digital Kito Galo akan menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah.
Beragam kegiatan telah disiapkan selama empat hari pelaksanaan acara. Mulai dari Digital Expo, Festival Kuliner dan UMKM, aktivasi QRIS, kompetisi kreatif, edukasi transaksi non-tunai, talkshow interaktif, hingga pameran inovasi digital dan hiburan masyarakat.
Tak hanya itu, untuk memudahkan akses pengunjung menuju lokasi kegiatan, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan juga menghadirkan promo tarif LRT Sumsel sebesar Rp43 selama 25–28 Juni 2026. Promo tersebut berlaku untuk perjalanan menuju sejumlah stasiun, antara lain Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Ampera, DJKA, Bumi Sriwijaya, dan Asrama Haji.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik sekaligus mendukung mobilitas pengunjung menuju kawasan acara di Plaza Benteng Kuto Besak.
Melalui GPR x DKG 7th Tahun 2026, Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang berharap dapat memperluas literasi sistem pembayaran digital, memperkuat digitalisasi UMKM, meningkatkan akseptasi QRIS, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang lebih inklusif dan berdaya saing